recent

daftar isi

DAFTAR ISI

recent post berjalan

Pengembangan diri

>> Jumat, 11 November 2011

Pengembangan diri adalah sebuah topik yang dapat diibaratkan seperti sebuah sumur tanpa dasar. Hal tersebut menunjukkan bahwa pengembangan diri adalah tema yang sangat luas, dalam dan banyak sekali alternatif bahasannya. Misalnya, kita dapat mulai dari sebuah analogi yang umum, seperti pernyataan berikut ini; “Saya sudah sering sekali membaca buku pengembangan diri, tapi kok belum sukses juga? Mengapa saya masih seperti dulu? Belum ada perubahan?”. Pertanyaan dimuka, tentu saja sangat menggelitik, dan berpotensi besar akan diikuti oleh berbagai pertanyaan lain seperti;

-       Mengapa seseorang perlu mengembangkan diri?
-       Apakah seseorang wajib membaca buku pengembangan diri?
-       Benarkah seseorang yang ingin sukses, terlebih dahulu harus membaca buku pengembangan diri?
-       Apakah ada jaminan bahwa setelah membaca buku pengembangan diri, seseorang pasti sukses?
-       Jika ternyata bukan karena buku pengembangan diri, lalu hal apakah yang membuat seseorang sukses dalam hidupnya?
Saya yakin masih banyak pertanyaan lain yang mengikuti pertanyaan pembuka dimuka. Namun, tulisan kali ini (pada awalnya) akan berusaha menjawab satu pertanyaan saja yaitu; mengapa seseorang perlu mengembangkan diri. Untuk pertanyaan pertama ini, rasanya terdapat banyak sekali alternatif jawaban, tergantung pada pola pemikiran, latar belakang maupun tingkat kepentingan masing-masing individu. Namun menurut hemat saya, paling tidak ada dua alasan dasar mengapa seseroang perlu mengembangkan diri:
1.    Karena tuntutan pekerjaan (hidup) semakin tinggi
Anda perlu hidup bukan? Dan syarat untuk hidup adalah bekerja dan mendapatkan uang (walaupun terdengar klise tapi beginilah kenyataannya dilapangan). Dan secara garis besar, pemenuhan kebutuhan hidup tersebut, dapat dicapai dengan dua cara; yaitu bekerja dengan orang lain (melamar pekerjaan, untuk kemudian digaji oleh pihak kedua) atau bekerja sendiri (wirausaha). Mari kita coba membahas dua hal tersebut, dimulai dengan mencari pekerjaan.
Jika diperhatikan, persyaratan untuk mendapatkan pekerjaan yang mumpuni dan memiliki jenjang karir yang baik, saat ini semakin banyak. Dahulu, orang yang tidak bisa berbahasa Inggris masih dimungkinkan untuk meniti karir di perusahaan besar, namun saat ini sudah hampir mustahil, karena kemahiran berbahasa Inggris sudah hampir menjadi syarat wajib bagi calon pelamar. Dahulu, orang dapat melenggang ke perusahaan multinasional tanpa kemampuan dan keterampilan komputer, namun saat ini, hampir tidak mungkin hal itu terjadi. Hal ini menunjukkan bahwa era globalisasi sudah semakin menuntut perusahaan untuk melakukan kompetisi dengan ketat. Masing-masing perusahaan berlomba untuk merekrut SDM yang terbaik. Hal ini sangat beralasan, karena disaat efisiensi dan efektivitas menjadi concern perusahaan, memiliki SDM yang tidak unggul (tidak memiliki kompetensi sesuai tuntutan pekerjaan) adalah sebuah pemborosan. Artinya, demi menciptakan sebuah perusahaan yang ramping dan gesit, diperlukan sedikit saja SDM, namun yang benar-benar memiliki kemampuan maksimal.
Selanjutnya, bagaimana dengan wirausaha, toh tidak semua orang harus menjadi karyawan? Sama saja. Artinya, jika pelamar pekerjaan dituntut memiliki kompetensi yang prima (sesuai dengan tuntutan pekerjaan), maka saat ini seorang wirausaha, atau ketika Anda berniat untuk membuka dan mengembangkan sebuah usaha, maka tuntutan performance dan kualitas usaha Anda juga semakin tinggi. Mengapa? Karena saat ini sudah sangat banyak usaha-usaha wirausaha yang bermunculan dan berkembang di sekitar kita, mulai dari skala kecil sampai skala nasional. Sehingga, untuk dapat bersaing dengan mereka, diperlukan usaha yang ektra keras, daya cipta yang kreatif serta inovatif, dan tak ketinggalan, diperlukan suntikan serum ketekunan yang tinggi. Mungkin Anda akan bertanya; apakah sedemikian beratnya? Tidak juga sebenarnya, namun kita perlu sadari bersama bahwa jika kualitas dan performance yang kita tawarkan ‘biasa-biasa saja’, maka kecil kemungkinan pasar akan melirik Anda. Dan sebaliknya, besar kemungkinan pasar akan melirik yang lain. Karena pasar saat ini menjadi semakin terdidik, dan selektif. Sehingga dapat dibuat kesimpulan bahwa, untuk menjadi karyawan ataupun wirausaha, tidak bisa tidak, semua pihak akan terkena tuntutan kinerja dan kualitas yang semakin tinggi. Artinya, dibutuhkan pengembangan diri untuk mencapainya
2.    Karena yang lain juga sedang mengembangkan diri
Satu ungkapan ekstrim mengenai hal ini adalah; “jika Anda adalah satu-satunya lulusan fakultas ekonomi di Indonesia, walaupun Anda tidak pernah belajar ataupun nilai Anda sangat jelek sekalipun, Anda tetap akan dicari (untuk kemudian direkrut) oleh perusahaan. Mengapa? Karena Anda adalah lulusan satu-satunya di bidang ekonomi, yang notabene memang dibutuhkan perusahaan. Namun, apakah seperti itu yang terjadi? Coba perhatikan lingkungan sekitar Anda. Ada berapa Fakultas Ekonomi di sekitar Anda? Ada berapa akademi komputer atau sekolah tinggi komputer? Ada berapa institusi bahasa asing, psikologi, sastra, tehnik, sekretaris? Banyak sekali. Berapakah lulusannya? Lebih banyak lagi. Maka pertanyaan selanjutnya adalah; mengapa perusahaan harus memilih Anda daripada lulusan-lulusan lain yang ribuan banyaknya tersebut? Sekali lagi, mengapa perusahaan harus memilih Anda? Apakah hal yang begitu spesial yang Anda miliki sehingga perusahaan lebih melirik Anda daripada ribuan lulusan yang lain? What so special?
Sebelum kita mengupas lebih dalam pertanyaan tersebut, marilah kita perhatikan ilustrasi di bawah ini:
Apakah yang sedang orang lain lakukan ketika Anda sedang bersantai, berjalan-jalan di Mal, nonton film, rekreasi ke pegunungan dan berbagai aktivitas pleasure lainnya? Pernahkan Anda berpikir bahwa mungkin mereka sedang mengembangkan dirinya dengan belajar bahasa Inggris, mendalami keterampilan komputer atau meningkatkan kemampuan menganalisis masalah, melakukan public speaking dll. Jika kondisi ini selalu terjadi, dimana ketika Anda sedang bermain dan mereka justru sedang mengembangkan dirinya, maka artinya, mereka akan menang satu poin dari Anda.  Apa artinya menang satu poin? Sederhana, yaitu bahwa mereka satu langkah lebih dekat ke pintu sukses daripada Anda dan siap meninggalkan Anda dibelakang. Pertanyaannya adalah apakah Anda rela membiarkan hal ini terjadi?

0 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Alexa

About This Blog

Lorem Ipsum

  © Free Blogger Templates Wild Birds by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP